PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA



·           Pengertian e-learning
Pengertian e-learning berbeda dengan pembelajaran secara online (online learning) dan pembelajaran jarak jauh (distance learning). Online learning merupakan bagian dari e-learning, hal ini seperti yang dinyatakan oleh Australian National Training Authority bahwa e-learning merupakan suatu konsep yang lebih luas dibandingkan online learning, yaitu meliputi suatu rangkaian aplikasi dan proses-proses yang menggunakan semua media elektronik untuk membuat pelatihan dan pendidikan vokasional menjadi lebih fleksibel. Online learning merupakan suatu pembelajaran yang menggunakan internet, intranet dan ekstranet, atau pembelajaran yang menggunakan jaringan komputer yang terhubung secara langsung dan luas cakupannya (global). Sedangkan distance learning, cakupannya lebih luas dibandingkan e-learning, yaitu tidak hanya melalui media elektronik tetapi bisa juga menggunakan media non-elektronik. Distance learning lebih menekankan pada ketidakhadiran pendidik setiap waktu. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan secara umum e-learning dapat diartikan sebagai pembelajaran yang memanfaatkan atau menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. E-learning adalah kegiatan belajar yang menggunakan internet yang dapat dikombinasikan dengan kegiatan tatap muka yang ada di lembaga pendidikan.
·          Fungsi e-Learning
e-Learning sebagai suatu model pembelajaran yang baru memiliki beberapa fungsi terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction). Siahaan dalam Kamil (2010), memaparkan fungsi e-Learning tersebut sebagai berikut:
a.         Suplemen; Dikatakan berfungsi sebagai suplemen atau tambahan apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran.
b.        Komplemen; Dikatakan berfungsi sebagai komplemen atau pelengkap apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas (Lewis: 2002). Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.
c.         Substitusi; Beberapa perguruan tinggi di negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya. Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa.
E-learning membutuhkan model yang harus didisain dalam bentuk pembelajaran inovatif. Pengembang,  mempunyai kesempatan dalam merencanakan pengalaman sebelumnya untuk penerapan program e-learning. Untuk keperluan pengembangan e-learning, pengembang konten pembelajaran diharapkan melakukan keseluruhan dari kecakapan mengajar dalam proses pembelajaran e-learning. Pengembang diharapkan dapat mengganti kekurangan dari subtansi atau waktu yang mungkin terjadi dalam pembelajaran konvensional. Walaupun demikian, pengalaman belajar yang terstruktur dengan baik belum cukup mengganti kekurangan kecakapan komunikasi dalam proses pembelajaran e-learning. Performansi peserta didik melalui e-learning adalah memperlihatkan kemampuan e-learning dalam pengintegrasian proses pembelajaran. Komunikasi elektronik dikombinasikan dengan proses pengembangan yang dibutuhkan untuk menempatkan suatu pembelajaran dalam fasilitas format e-learning yang pengintegrasiannya ke dalam penstrukturan konten.
·          Tujuan e-Learning
Tujuan e-Learning adalah untuk meningkatkan daya serap dari para pembelajar atas materi yang diajarkan, meningkatkan partisipasi aktif dari para pembelajar, meningkatkan kemampuan belajar mandiri, dan meningkatkan kualitas materi pembelajaran. Diharapkan dapat merangsang pertumbuhan inovasi baru para pembelajar sesuai dengan bidangnya masing-masing. e-Learning merupakan alternatif pembelajaran yang relatif baru untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi, seperti teknologi komputer baik hardware maupun software, teknologi jaringan seperti local area network dan wide area network, dan teknologi telekomunikasi seperti radio, telepon, dan satelit. Salah satu bagian dari kegiatan e-Learning yang menggunakan fasilitas internet adalah distance learning, merupakan suatu proses pembelajaran, dimana pengajar dan pembelajar tidak ada dalam satu ruangan kelas secara langsung pada waktu tertentu; artinya kegiatan proses belajar mengajar dilakukan dari jarak jauh atau tidak dalam satu ruangan kelas. Hal ini memungkinkan terjadinya pembelajaran yang berkesinambungan, artinya pembelajar bisa belajar setiap saat, balk slang maupun malam hari, tanpa dibatasi waktu perternuan. Berbagai peluang tersebut diatas rnasih menghadapi berbagi tantangan baik dari kesiapan iqfrastuktur teknologi informasi, masyarakat, dan peraturan yang mendukung terhadap kelangsungan e-Learning. Dikemukakan juga sepintas mengenai peluang dan tangangan media e-Learning, seperti pada media voice mail, audiotape, audioconference, e-mail, online chat, web based education, videotape, satellite videoconference, microwave videoconference, dan cable atau broadcast television.

Pembelajaran kimia pada umumnya hanya terbatas pada penggunaan bahan ajar berupa buku teks dan LKS sehingga siswa kurang dapat memahami konsep mikroskopik. Lemahnya interaksi antara guru dengan siswa serta kecepatan belajar siswa yang seringkali  dianggap sama juga merupakan kendala dalam pembelajaran kimia, maka dari itu usaha-usaha peningkatan kualitas pembelajaran kimia saat ini terus dilakukan, termasuk peningkatan kualitas bahan ajar dan diversifikasi media pembelajaran. Peningkatan kualitas bahan ajar dan diversifikasi media pembelajaran diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan siswa dalam menghadapi era teknologi informasi dan komunikasi dengan tidak meninggalkan faktor pemahaman dan keterampilan siswa dalam proses pembelajaran kimia. Teknologi informasi dan komunikasi seharusnya menjadi alat sehari-hari dalam kegiatan belajar dan membelajarkan (Sitepu, 2008).
Kimia sebenarnya sangat menarik untuk dipelajari tetapi terkadang sulit untuk dipahami. Guru harus mampu memilih metode pengajaran yang sesuai, sehingga kimia menjadi mata pelajaran yang menyenangkan untuk dipelajari. Hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian Budhiarso (2006) mengungkapkan bahwa pembelajaran kimia SMA dengan media e-learning memberikan hasil yang baik dalam upaya meningkatkan hasil belajar kimia siswa SMA kelas XI materi Sistem Koloid. Pada kelompok kelas eksperimen rata-rata hasil post-testyang diperoleh mencapai 63,86 sedangkan pada kelompok kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional, rata-rata hasil post-test hanya 52,46. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada pengaruh positif penggunaan metode e-learning terhadap hasil belajar siswa. 

Permasalahan:


1. Kendala apa saja yang terjadi saat menerapkan e learning dalam pembelajaran?

2. Apakah dengan penggunaan e-learning dalam pembelajaran mampu menghubungkan ranah afektif dan psikomotorik pada siswa?

3. Bagaimana cara mengatasi berbagai kelemahan dari penggunaan e-learning itu sendiri? 

Komentar

  1. Saya akan menanggapi permasalahan no.1
    1. Biaya awal pengoperasian (Investasi awal)
    Biaya awal pengoperasian merupakan salah satu kendala yang menghambat sistem e-learning ini, karena biaya yang dibutuhkan pasti sangat besar. Hal tersebut yang membuat seseorang atau instansi pendidikan berfikir dua kali untuk menerapkan sistem e-learning tersebut.
    2. Budaya
    Dengan adanya sistem e-learning ini, kita dituntut untuk menerapkan budaya belajar mandiri dan terbiasa untuk selalu menggunakan teknologi yang ada , seperti komputer, laptop, dan internet . namun tidak semua orang menguasai hal tersebut, masih banyak orang yang belum terbiasa menggunakan komputer dan internet dikehidupan sehari-harinya
    3. Teknologi dan infrastruktur
    Penerapan E-learning membutuhkan banyak perangkat pendukung seperti komputer, internet yang lancar, LCD dan teknologi lain yang tepat. Akan tetapi, masih banyak instansi pendidikan atau perusahaan yang infrastruktur dan teknologinya masih belum memadai sampai saat ini.
    4. Internet mahal
    Kendala lain dalam penerapan e-learning adalah biaya internet yang mahal, sehingga tidak semua orang mau mengeluarkan biaya mahal untuk pemasangan internet, mereka pasti berfikir akan lebih baik jika biaya tersebut digunakan untuk urusan yang lain
    5. Belum tersedianya hotspot di semua instansi pendidikan
    Karena biaya pemasangan internet yang mahal , masih banyak instansi pendidikan yang belum menyediakan area hotspot/wifi, sedangkan hal tersebut merupakan salah satu penunjang terlaksananya program e-learning ini.
    6. Belum siapnya SDM yang dimiliki
    Sumber Daya Manusia yang dimaksud disini adalah para pengajar dan siswa/mahasiswa. Masih banyak pengajar, terutama pengajar yang lama belum bisa menggunakan e-learning dalam pembelajaran karena mereka memang belum pernah mengenal apa itu e-learning sebelumnya. Sedangkan dari sisi siswa / mahasiswanya sendiri pun masih banyak yang belum paham dan belum bisa menggunakan e-learning secara optimal. Hal itu dikarenakan kebiasaan mereka menggunakan sistem lama, seperti mencatat, merangkum , dan mereka tidak dibiasakan untuk selalu menggunakan komputer dalam pembelajarannya.
    7. Sistem pendidikan yang belum berbasis e-learning
    Masih banyak instansi pendidikan di Indonesia yang sistem pembelajarannya belum berbasis e-learning, hal ini dikarenakan adanya banyak kendala seperti yang telah dijelaskan sebelumnya sperti biaya, infrastruktur penunjang dan SDM.

    BalasHapus
  2. saya ingin menanggapi pertanyaan saudari nomor 2 dimana apakah dengan penggunaan e-learning dalam pembelajaran mampu menguhubungkan ranah afektif dan psikomotor pada siswa? maka jawaban saya iya. Cara mengembangkan ranah afektif dan psikomotorik dengan media E-Learning adalah dengan learning by doing yaitu belajar dengan bertindak, caranya adalah didalam media e-learning itu guru membuat soal yang mengintruksikan bahwa siswa harus bergerak atau bertindak sesuai dengan materi yang sedang dipelajari maka secara tidak langsung hal tersebut merupakan perwujudan dari nilai karakter tanggungjawab maka siswa membuka e-learning untuk mengerjakan soal tersebut, setelah itu siswa mengerjakan soal dan siswa mengerjakan soal dengan baik tanpa menyontek dengan demikian maka secara tidak langsung hal tersebut merupakan perwujudan dari nilai karakter jujur dan masih banyak contoh lainnya seperti contoh didalam e-learning siswa diberikan tugas untuk mengamati keadaan sekitar yang berhubungan dengan toleransi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan rahmi, saya menambahkan sedikit hubungannya kita bisa melihat anak dalammelakukan pembelajaran e-learning dirumah, walaupun tanpa ada tatap muka kita tetap bisa mengontrol mereka dengan e-learning bisa melihat bagaimana keahlian mereka dalam menggunakan media digital seperti komputer, leptop dan hp.

      Hapus
    2. Menanggapi permasalahan kedua, pendapat saya hububgan ranah afektif dan psikomotorik siswa menjadi lebih bertanggung jawab, menjadi lebih aktif, dan mandiri dengan materi dan tugas2 yang diberikan

      Hapus
  3. Saya mau menanggapi permasalahan no.3
    Kendalanya
    1. Berkurangnya interaksi dan silaturahmi satu sama lain
    Cara mengatasinya, yaitu dengan mengkombinasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran e-learning supaya anak dapat saling berkomunikasi dengan baik.
    2. Tanpa internet e-learning tidak bisa berjalan,
    sehingga dibutuhkan back up yang memadai ketika jaringan internet terputus.
    Cara mengatasinya, yaitu mahasiswa, dosen maupun
    pengelola.
    Kesuksesan penyelenggaraan e-learning sangat ditentukan antara lain oleh:
    1. Sikap positif peserta didik (motivasi yang tinggi untuk belajar mandiri)
    2. Sikap positif tenaga kependidikan terhadap teknologi computer dan
    internet
    3. Ketersediaan fasilitas computer dan akses ke internet
    4. Adanya dukungan layanan belajar
    5. Biaya akses internet yang terjangkau untuk kepentingan
    pembelajaran/pendidikan
    Kondisi di lapangan sangat jauh dari ideal, bagi mahasiswa sendiri
    hambatan yang paling menonjol adalah ketidaksiapan mereka menyerap kemajuan
    teknologi, baik itu dari segi penguasaan computer dan kemampuan untuk
    menggunakan fasilitas internet, mayoritas mahasiswa yang semula berasal dari
    daerah yang relative masih belum terjangkau fasilitas internet masih perlu
    dibimbing untuk menggunakan fasilitas internet. Harga akses internet yang masih
    mahal masih menjadi kendala, hal ini tidak didukung pula oleh pengelola
    pendidikan untuk menyediakan pelayanan internet yang bersifat gratis, dalam
    artian antara fasilitas dan jumlah mahasiswa juga turut diperhitungkan.

    BalasHapus
  4. Baik saya akan menanggapi permasalahan no 1 yaitu kendala yang dapat ditemukan dalam pembelajaran e-learning yaitu:
    1. Dengan e-learning, dibutuh dana khusus untuk pengadaan elektronik baik siswa dan guru pribadi, maupun juga sekolah.
    2. Dengan e-learning, diperlukan SDM guru yang mumpuni dalam hal teknologi
    Bisa dilihat lebih banyak manfaat e-learning untuk guru dan siswa ketimbang kekurangannya. Kekurangan yang ada bisa diambil jalan keluarnya agar pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Di sini pemerintah mempunyai peranan penting untuk bisa terlaksananya e-learning pada pendidikan di Indonesia. Pertama, pemerintah menyediakan anggaran khusus untuk pengadaan elektronik pada sekolah-sekolah yang termasuk dalam anggaran dana BOS (bantuan operasional sekolah) dan kedua, pemerintah juga bisa mengadakan pelatihan-pelatihan ke SDM guru-guru supaya mempunyai keahlian di bidang teknologi.

    BalasHapus
  5. saya ingin mencoba menanggapi permasalahan pertama saudari,
    menurut saya Kendala utamanya adalah ketika seorang pendidik menyampaikan pembelajaran melalui E learning maka peserta didik harus menggunakan komputer dan jaringan internet untuk menerimannya namun tidak semua peserta didik memiliki perangkat tesebut di rumahnya. Peserta didik yang tidak memiliki mendapat kendala dan harus pergi ke warnet (contohnya) untuk menggunakan E learning tersebut dan itu menambah biaya pembelajaran.
    Kendala dari peserta didik yang belum dapat mengoperasikan komputer begitu juga halnya pendidik. Kita tidak bisa pungkiri pada daerah daerah tertentu E learning tidak dapat diterpkan karena tidak semua daerah memiliki pembelajaran tentang E learning. Penggunaan E learning tidak dapat terapkan karena memang peserta didik yang belum mengetahui dan menguasai bagaimana mengoperasikan E learning tersebut. Sebagian pendidik juga ada yang tidak dapat menggunakan E learning karena memang mereka tidak mendapatkan pembelajaran tersebut saat menjalani studi.

    BalasHapus
  6. baiklah, saya ingin menambahkan jawaban nomor 1. Penerapan E learning dalam pendidikan mengikutsertakan beberapa komponen. Komponen pertama adalah infrastruktur e learning. Infrastuktur berupa personal komputer, jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia lainnya. Pada infrastruktur saat pembelajaran terjadi maka terkadang terjadi kendala. Kendala yang terjadi adalah tidak semua pembelajaran efektif dalam menggunakan media komputer. Banyak pembelajaran yang lebih efektif bila dilakukan secara kooperatif atau pun kolaboratif. Pada dasarnya E learning menggunakan meedia komputer untuk menyampaikan pembelajaran sedangkan salah satu teori belajar yaitu teori humanistik adalah memanusiakan manusia dan E learning kurang memanusiakan manusia.
    Kendala lain juga muncul, yaitu ketersedian dan kelayakan infrastruktur E learning itu sendiri. Dalama kenyataannya tidak semua sekolah memiliki perangkat untuk menjalankan E learning begitu pula pada Perguruan Tinggi tidak semua perangkatnya layak untuk digunakan untuk proses pembelajaran E learning. Kendala utamanya adalah ketika seorang pendidik menyampaikan pembelajaran melalui E learning maka peserta didik harus menggunakan komputer dan jaringan internet untuk menerimannya namun tidak semua peserta didik memiliki perangkat tesebut di rumahnya. Peserta didik yang tidak memiliki mendapat kendala dan harus pergi ke warnet (contohnya) untuk menggunakan E learning tersebut dan itu menambah biaya pembelajaran.
    Kendala dari peserta didik yang belum dapat mengoperasikan komputer begitu juga halnya pendidik. Kita tidak bisa pungkiri pada daerah daerah tertentu E learning tidak dapat diterpkan karena tidak semua daerah memiliki pembelajaran tentang E learning. Penggunaan E learning tidak dapat terapkan karena memang peserta didik yang belum mengetahui dan menguasai bagaimana mengoperasikan E learning tersebut. Sebagian pendidik juga ada yang tidak dapat menggunakan E learning karena memang mereka tidak mendapatkan pembelajaran tersebut saat menjalani studi. Seorang guru olah raga misalnya pada saat studi mereka tidak diajarkan bagaimana menggunakan E learning secara spesifik sehingga apabila diterapkam dalam pembelajaran olah raga, guru tersebut bingun dan pembelajaran tidak dapat efektif karena tidak memiliki keahlian tersebut.
    E learning memliki sistem yang dapat memvirtualisasi proses belajar mengajar mengajar konvensional. Sering disebut dengan LMS atau Learning Management System yang dimana terdapat manajemen kelas, pembuatan materi, forum diskusi dan sistem penilaian serta sistem ujian online. Pada dasarnya semua sama pada lembaga pendidikan lainnya yang dilaksanakan secara nyata namun apabila diterapkan dalam E learning akan muncul kendala lagi. Bagaimana sistem tersebut dapat berjalan lancar apabila tidak didukung oleh admin yang memliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Apabila seorang admin hanya mengerti bagaimana caranya mengoperasikan sistem tersebut maka dia hanya akan mengatur softwarenya saja, lalu bagaimana sistem lainnya??Untuk itu tiap bagia seperti konten, penilaian, pembuatan soal ujian harusnya di berikan pada admin yang kompeten. Hal itu menjadi kendala karena kita harus melibatkan banyak orang yang memiliki kemampuan dibidangnya masing masing, sekali lagi itu memerlukan biaya yang besar dan tidak semua lembaga pendidikan dapat menjalankannya.

    BalasHapus
  7. Saya akan menjawab permasalahan Anda yang ketiga diMana,jika masalahnya adalah minimnya sumber Daya manusia yang memadai Maka perlu dilakukan pengajaran terpisah mengenai TIK. Dan perlu Dana lebih untuk membiayainya serta pemilihan tenaga pengajar terbaik Dan terjangkau. Biaya untuk menyelenggarakan e-learning perlu dirinci sebelumnya agar tidak terjadi penyelenggaraab yang kurang maksimal.

    BalasHapus
  8. untuk permasalahan no. 3 misalkan
    Kekurangan E-Learning

    1. Siswa kurang fokus. Karena e-learning diakses menggunakan internet, siswa justru lebih banyak melakukan aktivitas sampingan seperti facebookan, gaming, dll.
    2. Siswa jadi lebih malas. Dibandingkan dengan belajar di sekolah yang waktu dan tempatnya ditentukan, siswa yang belajar melalui e-learning cenderung lebih malas karena siswa merasa waktu untuk belajarnya tidak ditentukan sehingga siswa sering menunda-nunda untuk belajar
    3. Waktu untuk mendapatkan materi menjadi lebih lama. Dikarenakan waktu loading untuk menampilkan gambar dan video yang lama. Siswa cenderung malas untuk menunggu dan waktu yang digunakan menjadi tidak efektif.

    Solusi untuk Mengatasi Kekurangan pada E-Learning

    Setiap masalah pastinya ada solusi untuk menyelesaikannya. Begitupun dengan kekurangan-kekurangan yang dimiliki oleh sistem pembelajaran e-learning ini, kita juga bisa menyelesaikannya dengan solusi-solusi berikut ini

    Niat belajar pada setiap siswa
    Memang untuk kekurangan e-learning yang saya sebutkan pada no.1 dan 2 di atas bergantung pada niat masing-masing siswa. Jika siswa tidak memiliki motivasi untuk belajar, pelajaran yang ia ikuti melalui e-learning maupun sekolah tidak akan masuk ke dalam memori

    Koneksi internet cepat
    Untuk masalah no.3 sebenarnya cukup mudah untuk menyelesaikannya. Cukup berlangganan paket internet dari provider yang cepat. Kamu dapat menggunakan internet XL HOTROD 3G+ karena selain paketnya murah, kamu juga mendapatkan internet cepat dan stabil. Kamu juga dapat melihat paket internet lainnya dari XL di www.xl.co.id/id/internet

    BalasHapus
  9. saya akan menanggapi pertanyaan saudari yang mana Kendala apa saja yang terjadi saat menerapkan e learning dalam pembelajaran?
    menurut saya kendala yang terjadi adalah penyesuaian jadwal antara murid dan guru, dimana kita ketahui jika ada anak yang tidak dapat ikut dalam pembelajaran dia akan mendapat kerugian yaitu dia tidak mampu paham pelajaran yang sudah di sampaikan

    BalasHapus
  10. baiklah saya akan menanggapi permasalahan no 3 yaitu Mengatasi kelemahan penggunaan e-learning yaitu dengan cara mempersiapkan semua komponen yang dibutuhkan dan disesuaikan untuk media tersebut. Contohnya: materi harus sesuai dengan tingkat pengetahuan siswa, mudah diakses siswa, dan disediakan forum diskusi secara online.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Thermochemical Reports and Hess Laws

TEACHER DIALOGUE AND STUDENTS

CAUSE AND EFEECT